Jumat, 26 Februari 2016

What I Learn from KKN*

Sudah sekitar lima bulan yang lalu saya meninggalkan kampung halaman saya. Saya mengalami banyak kejadian selama tinggal dua bulan di tempat itu. Ada yang bisa dijadikan pelajaran, dan ada yang benar-benar akan saya kenang.Mungkin dari pengalaman itu saya bersyukur (dan semoga) grown-up untuk beberapa hal.
Pada awalnya, ada rasa khawatir dan tidak nyaman untuk tinggal, hidup, dan berkelakuan di tempat baru itu. Pada akhirnya saya harus banyak instropeksi diri, bahkan hingga saya meninggalkan desa itu.
Beberapa hal di bawah ini adalah kesimpulan beberapa momen yang saya alami dan buat saya terinspirasi (selain ada hal-hal nggak enak, memalukan, maupun menyenangkan yang saya alami). Saya tidak menjelaskan secara jelas, untuk menghindari konflik dengan kerabat yang berperan di dalamnya.
It tooks one year to DIET
Personal stories, salah satunya yang membuat saya ingat dengan teman saya ini adalah bagaimana dia diet. Foto kartu mahasiswa dan figurnya saat itu berbeda, membuktikan bahwa diet bukan hal yang instan dilakukan. Antara saya semakin down atau terinspirasi, dia bercerita bahwa diet yang dia lakukan butuh waktu satu tahun. Katanya, selama itu dia harus konsisten menjaga makan, sering makan buah, dan olahraga sesering mungkin.
Pertama, everything is possible. Kedua, consistent is the key for your goals. Apapun jenis perubahan yang kamu lakukan hasilnya tidak secepat itu terlihat. Kamu harus menikmati proses, dan tekun menjalaninya.
It's hard to climb high-hills
Kebetulan saat itu tujuh belas Agustus, saya ikut mendaki bukit dengan pemuda desa. Sepanjang pendakian, saya selalu ngomong "Saya stres naik ini". Setelah sampai di puncak, pemandangan indah desa dan hutan terlihat sangat indah.
So, untuk menikmati hal yang indah dan membahagiakan itu tidak mudah. Kamu harus berkorban, jika perlu harus mendaki, untuk bisa sampai puncak. Puncak itu seperti apa? Terserah, yang penting itu adalah tujuan.

Don't care what people think
Saya adalah orang yang gampang terpengaruh. Sungguh saya pelan-pelan melepaskan diri saya, harus mengakui banyak kekurangan yang saya punya. Tidak ada orang yang tidak menilai, dan saya merasa diri saya menyulitkan akibat pendapat orang tentang saya dan hidup saya. Hingga harus ikut-ikutan, mendengarkan saran orang lain. Tanpa sadar mengikuti cara hidup mereka, namun pada akhirnya setelah itu berakhir tidak konsisten.
Padahal cara hidup mereka saya pikir bisa dicoba dan bisa memberikan pengalaman baru. Saya cukup terbuka dengan itu. Namun pada akhirnya saya menyadari bahwa kita pasti lebih nyaman jika hidup dengan cara gue (istilahnya). Kita tidak perlu mengadopsi mentah-mentah cara hidup orang lain. Kita tidak perlu terlalu mendengarkan kata orang selama apa yang kita lakukan tidak menyusahkan orang dan memiliki hasil akhir yang sama entah dengan cara mereka.

Sekian. Setelah KKN berakhir sudah beberapa bulan lalu, semoga saya senantiasa tetap mempertahankan kenangan yang baik, dan memaafkan lalu melupakan hal-hal yang kurang berkenan.

Salam,
P


*KKN, alias kuliah kerja nyata. Salah satu program akademik universitas yang mengharuskan mahasiswa menjalani pengabdian kepada masyarakat di daerah tertentu, untuk memajukan daerah itu. Mahasiswa akan tinggal di daerah itu dalam waktu tertentu, berbaur dan menjalani hidup yang sangat berbeda. Tetapi meaningful karena banyak hal yang bisa dipelajari dari tempat baru kan?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar