Kamis, 23 Maret 2017

Aku, Audrey by Sophie Kinsella



Judul Buku: Aku, Audrey (Terjemahan Finding Audrey)
Penulis: Sophie Kinsella
Penerjemah/Alih Bahasa: Angelic Zaizai
Editor: Dini Pandia
Desain Cover: Martin Dima
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
ISBN: 978-602-3-1747-2
Cetakan: 1
Tahun: 2015
Jumlah Halaman: 360 hlm





Khas lifestyle zaman sekarang, di dalam novel ini kita bisa melihat bagaimana situasi remaja generasi Z yang tidak jauh-jauh (dan rentan) dari media sosial, kecanduan, bullying, dan akibat gangguan psikologis yang bisa dialami remaja. Diceritakan dari sudut pandang orang pertama (Audrey), novel remaja ini disajikan dengan bumbu komedi.

Novel ini menceritakan tentang kehidupan Audrey Turner, remaja pengidap gangguan kecemasan. Kehidupannya tidak lepas dari konsultasi rutin dengan Dr. Sarah, kebiasaannya menggunakan kacamata hitam kemana-mana, tidak bisa keluar rumah, dan kesulitan bersosialisasi (dia takut setengah mati ketika bertemu orang baru). Keadaannya pada awal diceritakan berkembang baik. Dr. Sarah memberikan sebuah proyek membuat video untuknya. Dia dibebaskan untuk merekam semua yang terjadi di sekitarnya.

Selain itu, dia dikelilingi oleh keluarganya yang terdiri dari Mum, ibu rumah tangga perfeksionis dan kecanduan Daily Mail (surat kabar); Dad, akuntan yang tidak bisa mengendalikan emosi istrinya; Frank, kakak Audrey yang kecanduan game online; dan Felix, adik kecil Audrey yang jahil. Ada-ada saja yang terjadi dalam keluarga Turner. Kecanduan Frank dengan LOC membuat Mum rempong mengurusnya.

Suatu hari, pertemuan yang awalnya canggung dengan Linus, teman main Frank, membuat Audrey mengalami pengalaman baru dalam hidupnya. Pada cowok itu, Audrey bisa menunjukkan keadaan dirinya yang berbeda itu dan kedekatan mereka membuat Audrey perlahan-lahan memulihkan gangguan kesehatannya itu. Tidak hanya itu, itu juga mengubah kehidupan keluarga Audrey.

Romansa Audrey dan Linus benar-benar seperti remaja pada umumnya, ringan dan fun.


Kehidupan keluarga Turner membuat saya tertawa terbahak-bahak. Parenting scenes yang dibentuk oleh penulis sangat segar (saya pertama kali membaca buku Sophie Kinsella). Keluarga Audrey mungkin bukan merupakan keluarga sempurna, dengan berbagai permasalahan dan kekacauan yang sering terjadi. Namun inilah salah satu ilustrasi keluarga saat ini. Penulis membuatnya nyata melalui adegan-adegan dalam novel ini.

Selain itu pada setiap akhir bab ada skrip video yang menjadi proyek Audrey. Saya rasa ini merupakan bagian yang sedikit terpisah dari jalan ceritanya, kehidupan lainnya dalam keluarga Audrey dari balik lensa kameranya. Tetapi skrip video itu adalah salah satu bagian yang menyajikan komedi dalam novel ini.

Wah, saya benar-benar baru menyelesaikan novel Aku, Audrey pada tahun ini, setelah saya sempat pending saat menjalani KKN. Novel ini rasanya cocok untuk remaja dan tentunya orang tua generasi milenial.


xoxo,
P

Follow my blog with Bloglovin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar