Minggu, 07 Mei 2017

Indie Corner: OKDAL - 월월월금 Mon/Fri

Seandainya saya punya saudara cewek, apalagi mendekati sebaya pasti asyik ya. Banyak sekali waktu untuk share thoughts and outfits too bersamanya. Pasti dia akan jadi orang pertama yang tahu siapa gebetan terbaru saya, atau dia akan jadi orang yang banyak ngasih saran soal girl-related-things.

Sayangnya, saya bersaudara dengan seorang cowok kuliahan yang hobi main DoTa tengah malam dan kadang-kadang ngeyel kalo disuruh ini itu (hahaha saya bukan contoh kakak yang baik, jangan dicontoh ya). 

Jadi, sosok kedua yang bisa dijadikan girl partner selain saudara cewek adalah...teman perempuan. Pros-nya adalah saya mendapatkan sharing apapun secara dua arah, karena kadang ada hal-hal yang membuat saya dan partner merasa 'ini-kita-banget' dari girls problem. Cons-nya adalah saran teman perempuan kadang nggak menjamin bisa membuat masalah saya selesai. Apalagi kalo teman saya malah ikutan 'panas' kan?

Released April 2017.

Seperti lagu-lagu yang ada dalam album single grup indie yang terdiri dari dua personil (Kim Yoon Jo dan Park Se Jin) ini. Kedua track bergenre folk dengan liriknya seperti mendengar saran partner cewek kita kalo kita curhat tentang masalah yang kita hadapi, seperti:


Track 1: Intern - When we struggling with our job. 


Dari judul track pertama ini, intern artinya pekerja/pegawai magang.

Tingkat kegalauan anak muda yang hanya bisa bekerja magang sangat tinggi. Bisa jadi kesempatan untuk menjadi pekerja tetap di sebuah perusahaan ada untuk mereka. Tetapi kesempatan itu bisa jadi hilang, dan akhirnya hanya tertulis di CV sebagai pengalaman. Ini akan terasa desperate untuk anak muda yang butuh pekerjaan untuk mencari uang.

Selain itu, di kantor pun intern biasanya hanya dipandang sebelah mata, diberikan pekerjaan yang 'mudah' saja dan orang kantor berpikir keberadaan intern hanya sementara saja dan kadang-kadang dianggap mengganggu.

Hal tersebut saya ilhami dari jalan cerita K-drama Radiant Office (MBC, 2017), tentang tiga pemuda-pemudi yang ngerasain bagaimana susahnya mencari kerja dan akhirnya menjadi pegawai magang di sebuah perusahaan furniture.

Mungkin karena kegalauan itu kali ya track ini dibuat. Ketika kita jadi pegawai magang, itu berarti ketidakjelasan membayangi kita. Kemudian kita curhat bareng teman cewek tentang kekhawatiran kita itu, dia juga mungkin mengalami hal yang sama dengan kita. Dan akhirnya, kita cuma bisa saling mendukung dan saling menguatkan.

Kita bisa merasa tidak sendirian dan semuanya bisa kita hadapi bersama-sama dengannya.


Track 2: Love Advice - Post breakup story


Apa hal yang cewek-cewek di seluruh bicarakan bareng partner cewek selain kerjaan, sekolah, produk makeup dan perawatan, gosip artis atau cewek cantik lain yang bikin iri?

Cowok.

Selama ini kalo saya ngobrol bareng teman-teman kuliah yang cewek, porsi terbesar (kalo dipersenin 60% deh) pasti soal cowok (dan pacaran).

Lirik dalam track kedua ini mungkin terinspirasi dari hal itu.

Seperti eonnie (kakak cewek dalam bahasa Korea, ternyata di dalam liriknya sosok ini yang 'ngomong') memberi advice dari pengalaman putus bareng cowoknya, seperti:

Pertama, memahami cowok memang butuh kelihaian.
Kedua, jangan menjadi picky untuk mencari pacar.
Ketiga, jadilah yang terbaik untuk pacarmu,
Keempat, carilah cinta sejati, jangan dekati cowok karena tidak ingin sendiri.
Kelima, jangan takut jadi single, be brave and bold.

Itulah yang saya tangkap dari kedua track ini.

Lagu-lagu dalam album single ini bertema Spring (musim semi) banget dari sound yang digunakan. 

Karena musim semi nggak ada di Indonesia, cocoknya kamu dengarkan saat santai-santai di sore hari mungkin?

xoxo,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar