Selasa, 27 Juni 2017

How To Explore Your Music

Pexels

Saya tumbuh bersama buku dan majalah yang saya baca (saya sangatlah nerdy) serta musik yang saya dengarkan.
Sejak SD saya menyukai radio dan acara musik di tv. Saat mesin karaoke masih pake disc player dan mic, saya memainkan semua kaset di rumah, dari lagu anak-anak, lagu-lagunya Anggun C. Sasmi favorit Mama, sampai lagu-lagu kesukaan orang tua kayak Boulevard (Dan Byrd) dengan background di videonya berupa pemandangan laut. Lalu saya mulai mendengarkan lagu-lagu musisi pop yang dikenal banyak orang.

Mulai SMP, saya membatasi untuk hanya mendengarkan lagu-lagu yang saya suka. Dibandingkan orang lain yang mendengarkan lagu pop melayu, saya mendengarkan lagu-lagunya RAN, Maliq&D'Essentials, dan Andien. Waktu awal-awal lulus SMA, saya diperkenalkan dengan kpop karena sepupu saya yang menggilai Super Junior (dan saya ikutan ngefans!!). Sampai saat ini saya lebih sering mendengarkan lagu musisi Korea, dari kpop sampai indie. Saya mendengar banyak sekali lagu dalam berbagai macam genre. Pada soal selera sebenarnya saya labil. Semua tergantung lagunya apa, itu menurut saya. Tetapi kebanyakan lagu yang saya sukai kebanyakan bergenre pop, jazz, electronica, R&B, soul dan hip hop.

Industri musik semakin berkembang setiap hari. Semua song releases seperti makanan yang baru saja dimasak lalu disajikan selagi panas. Masalahnya, genre and songs is so much. Bagaimana telinga terjamah sampai ke lagu yang jarang sekali orang tahu artist-nya kalo produktivitas semua musisi sangat tinggi. Banyak sekali pendatang baru setiap tahunnya di dunia musik. Sedangkan radio dan acara TV menaikkan lagu-lagu top 40 atau lagu mainstream yang selalu diputar ulang setiap hari. 

Itu bukan masalah sih sebenarnya karena tujuan setiap orang merekomendasikan dan mendengarkan musik berbeda-beda.

Jika orang lain pelariannya di makanan kalo stres, saya pelariannya adalah mendengarkan musik.


Saya menyadari musik adalah hal yang sangat universal dan beragam. Mengeksplor selera adalah salah satu cara untuk mempelajari hal baru, melihat ke sisi yang lain, pada akhirnya kita bisa lebih terbuka. Atau bagaimana mendapatkan musik yang saya-banget. 

Bagaimana saya mengetahui banyak lagu yang orang lain mungkin tidak pernah mendengarkannya? Saya mencoba hampir semua kiat (yang berdasarkan pengalaman saya) di bawah ini. 

  • Baca, tonton, lihat charts pada berbagai media seperti majalah, Billboard.com, etc. Biasanya beberapa web juga menyediakan play button biar bisa di-streaming langsung.
  • Baca review music dari majalah atau blog khusus musik, lalu streaming di YouTube, Spotify, JOOX, Soundcloud, Bandcamp, last.fm, Myspace, dsb. Tapi, untuk lagu-lagu indie dan yang masuk dalam extended plays (EP) akan sangat jarang kamu temukan di Spotify atau JOOX.
  • Dengarkan playlist atau mixtape orang lain yang seleranya beda jauh sama kamu. Biasanya kamu bisa dapat di post mereka (tidak terbatas blog atau status ya).
  • Tanyakan pada temanmu tentang lagu favoritnya atau lagu yang melatarbelakangi salah satu momen dalam hidup mereka, cari lagunya lalu dengarkan. Sekalian bisa sekalian peka sama perasaan teman kita itu deh. Hehe 
  • Dengar backsound dari video dan vlog di YouTube misalnya. Lalu cari judulnya (biasanya di YouTube ada vlogger yang menuliskan judul lagunya di Description Box) dan streaming di internet. Surely, cara ini sangat epic buat saya mendapatkan musik  dan lagu yang cool.
Jika kamu mengikuti kiat-kiat saya di atas, ada dua ketentuan ya.  

Pertama, jangan takut untuk mendengar berbagai genre. Saya awalnya adalah orang yang sangat jarang mendengarkan musik rock atau alternative. Tetapi dari melakukan beberapa kiat di atas, tidak jarang ada beberapa lagu bergenre rock dan alternative bisa masuk di music library saya karena lagunya asik.

Kedua, jika kamu tidak suka lagunya, Skip. Semudah itu saja. Please, kalo mau mengkritisi hal yang kurang disuka yang bijak ya, jangan nge-bash karyanya dengan keterlaluan.

Jadi, kiat mana yang sudah kamu lakukan?

xoxo,
P

Tidak ada komentar:

Posting Komentar