Sabtu, 22 Juli 2017

Eat



Sebenarnya post kali ini akan kamu baca dalam waktu < 2 menit saja. Semuanya tentang makan. Akhir-akhir ini saya lebih sering memotret makanan daripada selfie cantik (apalagi kalo main Snow app, kecantikan bertambah 1000x).

Beberapa makanan di bawah ini membantu saya 'balas dendam' setelah sebulanan menjalankan puasa. Saya menikmati makanan apapun yang 'bertemu' dengan saya. Misalnya, di momen lebaran, arisan, pesiar, dan sebagainya.

Kamu jangan tanya ya seberapa jauhnya jarum timbangan serong ke kanan lagi.

Aku capek mas, capek! (a la pemain sinetron)

Baiklah, kayaknya langsung aja ya...

Roti Bakar Coklat + Teh Manis, Sudah Jadi Sarapan Rutin


Satu-satunya makanan yang saya buat sendiri lho. Setiap ke supermarket saya harus nyetok roti tawar, margarin, dan meses. Roti bakar adalah yang paling wajib dibuat untuk sarapan saya akhir-akhir ini. Cara buatnya biasa saja, roti tawar dioles margarin, terus ditaburi meses. Setelah dilipat dua, bagian luar roti dioles lagi margarin, lalu ditaruh di toaster


Mi Cakalang Rasa Open House

 

Makanan yang mudah ditemukan di rumah makan khusus Bubur Manado, tetapi sangat jarang ditemukan di open house* Lebaran. Dimasak oleh Bibi saya, mi kuah yang dicampur sayur sawi dan ikan cakalang yang sudah dirobek. Kali ini saya sangat menikmatinya, mi-nya empuk. Rasanya ingin melanjutkan ke piring kedua, tetapi saya menahan diri. Serius nih.


Soulmate Pisang Goroho + Rica Roa


Setelah saya makan mi cakalang, beberapa menit kemudian sepiring pisang goreng yang sangat tipis potongannya disajikan di atas meja. Rasanya gurih dan ada sedikit bumbu. Tidak lupa semangkuk rica roa di sebelahnya. Rica Roa yang sangat kupuja, rasanya enak banget. Langsung saya ambil dalam porsi piring kecil.....berkali-kali. Hahaha


 Ilabulo, Sajian Tidak Biasa


Berhubung keluarga ada darah Gorontalo, makanan ini tidak asing kelihatannya di momen tertentu. Ilabulo ini dibuat dari tepung sagu, dicampur dengan jantung, ampela, atau hati ayam/sapi (kadang-kadang diisi telur rebus juga). Teksturnya tidak terlalu lunak. Soal rasanya? Awal-awalnya saya kurang suka, karena saya sangat tidak suka makan hati, jantung, ampela, tetelan, dan sejenisnya dari ayam maupun sapi. Tetapi setelah lama-lama, saya terbiasa juga, karena rasa hati, ampela, atau jantung di ilabulo ternyata tidak terlalu tajam. Rasanya akan sangat enak sekali ketika masih hangat.



xoxo,
P


*Open House = momen di mana pemilik rumah 'membuka' rumahnya untuk dikunjungi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar