Dunia menciptakan sebutan galau, sendu, dan sendiri. Bagaimana cara membuat suasana galau? Ada satu cara, yaitu mendengarkan musik sambil menikmati hujan.
Mungkin berbulan-bulan, berhari-hari terakhir, saya menyukai lagu mellow, ketika musik dan liriknya menyesap di kalbu. Seperti lagu Rain oleh penyanyi Korea Lim Kim. Liriknya menceritakan kesendirian, ketika dia terbawa suasana, sambil mengamati hujan yang terus turun ke bumi.
Mungkin berbulan-bulan, berhari-hari terakhir, saya menyukai lagu mellow, ketika musik dan liriknya menyesap di kalbu. Seperti lagu Rain oleh penyanyi Korea Lim Kim. Liriknya menceritakan kesendirian, ketika dia terbawa suasana, sambil mengamati hujan yang terus turun ke bumi.
Hehe, kebetulan hujan terus-menerus turun di kota ini, sore dan malam.
Pernah suatu waktu saya menulis sebuah notes di ponsel. Isinya: “Saya sedang kosong hatinya, kosong hari-harinya. Tetapi saya bersyukur, kehidupan saya akan lebih berisi aktivitas kuliah. Jadi, mungkin saja berhubungan spesial bukanlah prioritas saya yang utama. Tetapi semoga saja ketika ada seseorang yang menyusup di relung hati, saya juga akan bersyukur dengan keberadaannya yang mencerahkan hati saya.” Ini aneh dan saya tidak bermaksud gombal pada keadaan.
Saya mengakui kalo saat menjomblo lebih banyak tekanan. Kamu baru saja putus dengan pacarmu, lalu tiba-tiba sendirian. Wah, kadang-kadang kamu memikirkan sesuatu yang ‘kosong’ di dirimu. Tetapi mencari pacar itu tak tentu. Kadang-kadang tidak bisa mendapatkan yang kamu mau. Kadang-kadang fase pedekatemu dengan seseorang berhenti. Kadang-kadang kamu egois, menjadi pemilih.
Dari notes itu saya siap meraih tangan seseorang, tetapi mungkin juga takut (lagi) dan mencari pembelaan diri. Apakah saya benar-benar bersyukur? Sendiri atau tidak sendiri harus tetap nrimo, lebih baik begitu.
.....Dia kira kesendirian itu cuma soal pasangan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar