![]() |
| Source: Stocksnap |
Inginkah kamu merubah dirimu menjadi lebih baik, dan bukan menjadi dirimu sendiri?
Mengait-ngaitkannya dengan gosip mengenai heboh video seorang ustad yang memaki di televisi, saya merasa menjadikannya sebagai kebetulan. Tetapi semua manusia pasti melakukan banyak failures dan kesalahan kan? Bagaimana selanjutnya tergantung kamu bersikap apa. Menjadi pura-pura tidak tahu, benar-benar menyesal, atau melakukan lagi hal yang sama atau malah mencari pembenaran.
Saya itu seperti apa? Saya adalah orang yang selalu berbuat konyol dan tidak punya kontrol. Mungkin orang lain bisa geleng-geleng kepala melihat kelakukan saya. Dan saya sering stres ke depan, dan menjadi kurang percaya diri. Di dalam diri saya mungkin has gazillion childish things.
Terus, bagaimana caranya? “Menjadi lebih tau diri” adalah kalimat yang membuat saya lebih minder dengan diri saya. Membuat saya menjadi lebih sulit menjadi diri sendiri.
Dapatkan satu hal yang mengingatkanmu ketika kamu mulai ‘ancang-ancang’ berperilaku seperti itu. Apa saja ya? Bisa saja suatu kejadian yang kamu alami sebagai akibat kelakuanmu itu, atau sosok seseorang yang kamu takuti.
Tetapi ‘reminder’ tadi punya periode untuk selalu dipikirkan, untuk dilupakan. Suatu saat ‘reminder’ bisa saja bukan lagi menjadi hal yang menakutkan lagi buatmu.
Mungkin kamu harus menggantinya dengan hal lain. Mencoba dengar atau baca pengalaman orang lain yang membuatmu ‘merinding’? Boleh saja, selama hikmah yang berharga bisa diilhami dan diterapkan dalam kehidupanmu.
Terakhir, kadang-kadang saya harus mengontrol diri saya sendiri. Berpikirlah sebelum bertindak. Pikir dulu baru ngomong. Kadang-kadang saya melakukannya (karena saya benar-benar tipe pemikir), selebihnya saya selalu spontan. Tetapi seringkali (merasa) berakhir menjadi kesalahan yang saya buat.
Ya, begitulah. Menjadi versi terbaik dari diri sendiri membuat saya menjadi kaku.

1 komentar:
Mengeluarkan sisi terbaik bukan berarti nggak boleh "salah". Silly sesekali malah manusiawi :D Have a nice day!
Posting Komentar