Jumat, 27 April 2018

FLD LOG 01 - Is black coffee better?

Pada penghujung 23 tahun ini, akhirnya saya memberanikan diri...minum kopi hitam.


Selama ini saya nggak pernah minum kopi hitam tanpa campuran apapun, tapi saya suka sekali minum jenis latte dan cappuccino (yang merek bungkusan). Cuma sebenarnya tubuh saya kurang cocok dengan kopi karena gampang bikin sakit perut, jadi sekali-kali saja sih untuk sekarang ini.


Sebagai perempuan di rumah, kadang saya disuruh bikinin kopi hitam untuk papa atau om saya, walaupun saya gagap dengan takarannya. Jadi interest saya sama kopi hitam mulai dari situ.

Bagaimana kalo rasanya pahit? Pikir saya saat itu.

Waktu yang pas untuk minum kopi adalah sore hari. Kopi hitam sachet kecil merek ternama dua bungkus dengan dua sendok makan gula saya campur dengan air panas di mug abu-abu favorit saya. Rasanya...

Lebih baik dari kopi campuran yang biasanya saya minum.

Ternyata begitu ya nikmatnya minum kopi hitam.

Dan saya merasa perut saya aman-aman saja setelah itu.

Tapi celakanya, saya tidak bisa tidur di atas jam 00.00 tengah malam. Saya salah sudah membuat dua bungkus.


Sekian,
P.



This is FLD LOG: postingan-postingan pendek tentang hidup saya, tidak punya tema khusus, mungkin berupa selingan saja.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar